Keegoisanku
Sampai sekarang pun, aku masih menyukainya, aku masih dan terus saja terjebak dalam cinta yang harusnya tidak pernah ada. Ya Tuhan, aku sangat menyukainya, aku sangat mengingini agar dia selalu ada di sisiku, namun itu akan membuatku merasakan keegoisan yang teramat dalam. Semua telah ku lakukan untukmu, aku telah cukup lama kenal kamu, cukup lama untuk mengetahui segala hal yang tak kau sukai maupun yang kau sukai. Cukup lama untuk mengetahui segala yang ada padamu.
Kau tidak suka, makanan yang berdaging, makanan yang manis dan sebagainya, aku sudah mengetahuinya, namun kau tak pernah ingin tahu keberadaanku.
Aku menyukaimu, namun kamu tidak pernah melihatku, menanyakan keberadaanku, dan merasakan kesunyianku, padahal aku telah memberikan semua yang kumiliki hanya kepadamu, semua yang ada padaku, ku korbankan semua hanya untukmu, namun kau tidak pernah menghargai itu bahkan untuk sekejap saja.
Aku menginginkan kau bahagia meski ku tahu bahwa itu akan membuatku hancur dan sakit hati. Aku belum bisa melihat kau bersama dengan orang lain selain aku. Aku memang egois, aku takut terhadap diriku sendiri dan aku bimbang terhadap diriku sendiri. Pernah terlintas dalam benakku untuk mengakhiri semua ini namun, ku teramat takut untuk melakukannya, aku tidak menyalahkan siapa-siapa.
Ketika nanti dia tahu tentang perasaanku yang sesungguhnya, akankah dia akan menjauh dariku seperi yang dilakukan oleh kebanyakan orang ketika mereka melihat kasus-kasus yang aneh.
Akhirnya, aku akan berusaha agar kau bahagia, karena melihatmu bahagia adalah salah satu hal terindah yang pernah ku lakukan, Tuhan pasti marah karena telah mendahuluiNya dalam hal ini, Ya Tuhan, kenapa harus aku? Kenapa ini begitu berat? Kenapa ini sangat membuatku kecewa? Apakah aku akan sanggup menghadapi semua ini?
Aku rindu saat itu, saat dimana kita tertawa bersama dan saat dimana kita bertengkar, hanya karena hal-hal sepeleh, kau sangat baik kepadaku, entah itu hanya rutinitas saja atau tulus. Jika bisa ku putar waktu maka aku akan kembali disaat aku belum mengenalmu, dan aku akan menjaga jarak denganmu, namun apalah dayaku, sang waku telah menunjukkan tugasnya dan tak bisa mengembalikan saat-saat seperti dulu, saat dimana kau peluk aku, aku hibur aku dan kau buatku senyum bahkan tertawa atasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar