Kamis, 04 Juni 2015

KEINGINAN SEMU....

Oh shit, aku terhanyut ketika aku melihatnya, aku terhanyut dalam keinginanku untuk menyentuhnya.. 

Sudah 2 tahun sejak aku mengenalnya namun aku belum juga mengatakan apa yang harusnya ku katakan pada dirinya, "aku mencintaimu", harusnya aku mengatakan kalimat itu, tapi aku tahu bahwa itu akan terdengar aneh di telinga mu yang mungil itu...

Aku mencintaimu dan ini akan terus bertahan sampai selamanya, andai saja kau tahu hal itu, andai saja kau yang di posisiku, andai saja...

Tiap malam memikirkanmu, aku hanya bisa mengenangmu sampai tak sadar aku telah menangis..

Oh God.. kenapa aku harus menangis untuk orang seperti dia, orang yang ketika ku beri seluruh yang ku punya, malah meninggalkan bahkan memberi luka di hati ini...

Ku terjebak dalam kepalsuan dunia, ku tak tahu harus berbuat apa.. mungkinkah harus kusimpan rasa ini karena memang ini tidak wajar..

Sering marah jika ada orang yang mencoba mendekatimu, namun siapakah aku yang berhak atasmu? Aku mungkin tak berhak untuk hal itu, tapi seseorang dilahirkan untuk merasakan manis dan pahitnya cinta maka seharusnya dia harus mengerti bahwa ku juga tengah merasakan cinta yang datangnya itu darinya...

Bodoh!! 
Mungkin itu kebiasaanku yang selalu menjadi bodoh jika mengenangmu, namun biarlah, aku akan terus mencintaimu sampai selamanya...

Jumat, 29 Mei 2015

Langit yang Sama....

Semua yang terlihat, semua yang terdengar, semua yang terucap dan semua yang terasakan pasti akan berlalu bersama dinginnya malam. Langit hitam menandakan bahwa hari telah malam, dan hari akan berganti baru, dengan lembaran baru yang bersih.

Ku sangat merindukanmu, apa kamu merasakan hal yang sama? Pasti tidak, kau tak pernah melihat keberadaanku dan kau hanya inginkan ku ketika kau membutuhkanku.

Aku tahu bahwa semua yang kurasakan akan musnah nantinya, ternyata aku salah, aku ingin merasakan kehangatan ini selama-lamanya. Aku ingin kau disini.
Keegoisanku

Sampai sekarang pun, aku masih menyukainya, aku masih dan terus saja terjebak dalam cinta yang harusnya tidak pernah ada. Ya Tuhan, aku sangat menyukainya, aku sangat mengingini agar dia selalu ada di sisiku, namun itu akan membuatku merasakan keegoisan yang teramat dalam. Semua telah ku lakukan untukmu, aku telah cukup lama kenal kamu, cukup lama untuk mengetahui segala hal yang tak kau sukai maupun yang kau sukai. Cukup lama untuk mengetahui segala yang ada padamu.

Kau tidak suka, makanan yang berdaging, makanan yang manis dan sebagainya, aku sudah mengetahuinya, namun kau tak pernah ingin tahu keberadaanku.

Aku menyukaimu, namun kamu tidak pernah melihatku, menanyakan keberadaanku, dan merasakan kesunyianku, padahal aku telah memberikan semua yang kumiliki hanya kepadamu, semua yang ada padaku, ku korbankan semua hanya untukmu, namun kau tidak pernah menghargai itu bahkan untuk sekejap saja.

Aku menginginkan kau bahagia meski ku tahu bahwa itu akan membuatku hancur dan sakit hati. Aku belum bisa melihat kau bersama dengan orang lain selain aku. Aku memang egois, aku takut terhadap diriku sendiri dan aku bimbang terhadap diriku sendiri. Pernah terlintas dalam benakku untuk mengakhiri semua ini namun, ku teramat takut untuk melakukannya, aku tidak menyalahkan siapa-siapa.

Ketika nanti dia tahu tentang perasaanku yang sesungguhnya, akankah dia akan menjauh dariku seperi yang dilakukan oleh kebanyakan orang ketika mereka melihat kasus-kasus yang aneh.

Akhirnya, aku akan berusaha agar kau bahagia, karena melihatmu bahagia adalah salah satu hal terindah yang pernah ku lakukan, Tuhan pasti marah karena telah mendahuluiNya dalam hal ini, Ya Tuhan, kenapa harus aku? Kenapa ini begitu berat? Kenapa ini sangat membuatku kecewa? Apakah aku akan sanggup menghadapi semua ini?

Aku rindu saat itu, saat dimana kita tertawa bersama dan saat dimana kita bertengkar, hanya karena hal-hal sepeleh, kau sangat baik kepadaku, entah itu hanya rutinitas saja atau tulus. Jika bisa ku putar waktu maka aku akan kembali disaat aku belum mengenalmu, dan aku akan menjaga jarak denganmu, namun apalah dayaku, sang waku telah menunjukkan tugasnya dan tak bisa mengembalikan saat-saat seperti dulu, saat dimana kau peluk aku, aku hibur aku dan kau buatku senyum bahkan tertawa atasnya.